-

TV IFANK ZAFRAN

Indonesia Berkibar

Sabtu, 29 Maret 2014

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-MU

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu,
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-MU,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehinggah melupakan aku
pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwa-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan
bertawakal di jalan-Mu
                     


                                                                                                                                                                                                                                                            Catatan 
ifank zafran

APABILA SESEORANG HAMBA ALLAH JATUH SAKIT,ALLAH AKAN MENGUTUS 4 MALAIKATNYA

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

APABILA SESEORANG HAMBA ALLAH JATUH SAKIT,ALLAH AKAN MENGUTUS 4 MALAIKATNYA
 1. MALAIKAT PERTAMA AKAN MENGAMBIL SELERA MAKANNYA
 2. MALAIKAT KEDUA AKAN MENGAMBIL RIZQINYA
 3. MALAIKAT KETIGA AKAN MENGAMBIL KECANTIKAN/KETAMPANAN WAJAHNYA SEHINGGA TERLIHAT PUCAT
 4. MALAIKAT KE EMPAT AKAN MENGAMBIL DOSANYA APA BILA TELAH SAMPAI WAKTU YANG TELAH ALLAH TETAPKAN UNTUK HAMBANYA KEMBALI SEHAT. ALLAH AKAN MENYURUH MALAIKAT PERTAMA,MALAIKAT KEDUA DAN MALAIKAT KETIGA AGAR MENGEMBALIKAN APA YANG TELAH DI AMBIL OLEH MEREKA AKAN TETAPI ALLAH TIDAK MENYURUH MALAIKAT KE EMPAT MENGEMBALIKAN DOSA HAMBANYA TERSEBUT. SUBHANALLAH BETAPA MULIA DAN BAIK HATINYA ALLAH TERHADAP KITA JANGANLAH BERSANGKA BURUK TERHADAP ALLAH KETIKA KITA SAKIT,BERSYUKUR DAN UCAPKANLAH ALHAMDULILLAH KEPADANYA. SESUNGGUHNYA SETIAP KESAKITAN ITU ADALAH PENGHAPUS SEGALA DOSA


                                                                                                             Catatan 
ifank zafran

Jumat, 28 Maret 2014

Mengenal Apa Itu Hikmah

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas makna berkah secara bahasa maupun istilah, tentunya sebelum kita membahas panjang lebar mengenai ngalap berkah (mencari berkah) yang disyariatkan dan yang tidak, serta hal-hal yang berkaitan dengan mencari berkah dalam perspektif islam. 

Makna dasar berkah dalam bahasa Arab 

Dalam bahasa arab kata berkah (البركة) memiliki beberapa makna, di antaranya ialah : 

a. Ats-Tsubut (tetap) dan Al-Luzuum (terus melekat)

Dalam kitab Mu'jam Maqaayisil Lughah disebutkan: Lafazh برك memiliki satu makna asal, yaitu tetapnya sesuatu. Kemudian, lafazh ini berkembang menjadi beberapa turunan yang maknanya berdekatan. Dalam bahasa arab dikatakan: برك البعير يبرك بروكا, artinya unta tersebut menderum (berlutut pada keempat kakinya). Al-Khalil berkata, "Lafazh البرك digunakan untuk sekawanan unta yang menderum (berlutut) di atas air, atau di padang pasir karena panasnya matahari, atau karena kenyang. Bentuk tunggal maskulinnya adalah بارك dan bentuk feminimnya adalah باركة …" Abul Khaththab berkata, "Lafazh البركة artinya sekawanan unta yang sedang minum, kemudian menderum di al-'athan (tempat menderum)." (Mu'jam Maqaayisil Lughah, Ibnu Faris, 4/352)

Dalam kitab al-Mufradat, karya ar-Raghib al-Ashfahani disebutkan, lafazh برك البعير berarti, unta menjatuhkan lutut-lututnya. Lafazh ini juga digunakan untuk mengungkapkan makna menetap di suatu tempat. Dalam bahasa arab dikatakan, ابتركوا في الحرب yang artinya, mereka teguh dan tetap berada di medan perang. (Al-Mufradaat Fi Gharibil Qur'an, 44)

Dalam kitab ash-Shihah disebutkan, "Segala sesuatu yang tetap dan menetap disebut برك … dan lafazh البرك juga bisa berarti dada. Jika anda memasukan huruf ha (ة) padanya, maka anda meng-kasrah (huruf ba'-nya) dan anda katakan بركة ….dan lafazh البركة juga berarti telaga, bentuk jamaknya adalah البرك. Ada yang mengatakan, telaga dinamakan birkah karena menetapnya air di dalamnya….sedangkan lafazh البراكاء berarti teguh (kokoh) di dalam peperangan. Asal lafazhnya adalah البروك." (Ash-Shihaah, Al-Jauhari, 4/1574-1575)

b. An-Nama'a (berkembang) dan Az-Ziyadah (bertambah)

Dalam kitab jamharatul lughah disebutkan, لا بارك الله فيه, artinya semoga Allah tidak mengembangkannya. (Jamharatul Lughah, Ibnu Duraid, 1/272) Dan dalam kitabMu'jam Maqaasyisil Lughah (1/230) disebutkan, Al-Khalil berkata, "Berkah artinya bertambah dan berkembang."

c. Ia juga bermakna kebahagiaan

Al-Farra' berkomentar mengenai firman Allah: 
رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ


"…(itu adalah) rahmat Allah dan keberkahan-keberkahan-Nya dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait…." (QS. Hud: 73)

Ia berkata, "Keberkahan (dalam ayat ini) artinya kebahagiaan." (Ma'anil Qur'an. Al-Faraa', 2/23)

Setelah menerangkan pendapat ini, Abu Manshur al-Azhari berkata, "Demikian pula dengan ucapan beliau dalam tahiyyat, Assalamu 'alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh, karena siapa saja yang diberi kebahagiaan oleh Allah dengan sesuatu yang Allah membahagiakan Nabi dengannya, maka dia telah memperoleh kebahagiaan yang diberkahi dan langgeng." (Tahzibul Lughah, Al-Azhari, 10/232)

Sedangkan makna sa'adah (kebahagiaan) adalah mendapatkan taufik untuk melakukan kebaikan. Dalam kitab lisanul 'arab disebutkan, "Jika ada yang mengatakan أسعد الله العبد وسعده (Allah telah membahagiakan seorang hamba), maka maksudnya adalah Allah telah memberinya taufik untuk melakukan sesuatu yang diridhai-Nya, sehingga karenanya dia memperoleh kebahagiaan." (Lisanul Arab, 3/214)

Antara Tabaarak (تبارك) dan Tabarruk (التبرك)

Ibnu Duraid berkata, "lafazh تبارك tidak boleh disandangkan kecuali kepada Allah. Tidak boleh mengatakan, تبارك فلان, yang artinya, fulan maha mulia, karena ia adalah sifat yang hanya patut disandang kecuali oleh Allah." (Jamharatul Lughah, 1/273)

Para ahli bahasa berbeda pendapat dalam menjelaskan maknanya, di antaranya ialah:

a. Az-Zajjaj berkata, "Lafazh تبا رك berarti maha tinggi dan maha agung." Menurut Al-Laits lafazh berarti maha tinggi dan maha agung." Menurut Al-Laits lafazh تبارك الله artinya memuliakan dan mengagungkan Allah. Abul Abbas pernah ditanya mengenai makna lafazh تبارك الله, lalu ia menjawab, "Artinya Maha tinggi Allah, dan lafazh al-mutabaarik berarti Yang Maha tinggi." Al-Azhari berkata, "Makna بركة الله adalah Maha tinggi dalam keadaan apa pun." (Tahdzibul Lughah, 10/230-231)
b. Abu bakar berkata, "Makna lafazh tabaaraka adalah taqaddasa yang berarti Mahasuci, dan al-Muqaddas yaitu al-Muthahhar, yang berarti Yang Disucikan."(Tahdzibul Lughah, 10/231)
c. Al-Jauhari berkata, "Kalimat تبارك الله artinya بارك, seperti lafazh قاتل dan تقاتل, hanya saja bentuk فاعل itu membutuhkan objek, sedangkan bentuk تفاعل tidak membutuhkan objek." (Ash-Ashihah, 4/1575)
d. Ibnul Anbari berkata, "تبارك الله artinya nama-Nya dijadikan untuk mencari berkah pada setiap urusan." (Tahdzibul Lughah, 10/228) Adapun makna تبارك بالشيء adalah mengharapkan kebaikan pada sesuatu. Demikian yang disebutkan dalam kitab Lisanul Arab (1/396).

Adapun lafazh التبرك adalah bentuk dasar dari lafazh تبارك يتبرك تبركا yang berarti mencari berkah. Bertabarruk dengan sesuatu artinya mencari berkah dengan perantaraan sesuatu tersebut.

Pada sebagian kamus bahasa arab disebutkan, "Tabarraktu bihi" (Aku mencari berkah dengannya), maksudnya "Tayammantu bihi" (Aku mengharapkan keberuntungan dengannya)." (As-Shihah, 4/1575)

Lafazh al-Yumnu artinya al-barakah (keberkahan). Orang yang mendatangkan keberkahan bagi kaumnya disebut maimuun, yaitu jika dia diberkahi atas mereka…dan jika dikatakan tayammantu bihi, artinya aku mencari berkah dengannya." (Ash-Shihah, 6/322)

Berdasarkan keterangan di atas, tampaklah bahwa lafazh al-barakah dan al-yumnu adalah sinonim.

Makna berkah secara istilah

Adapun makna berkah secara istilah terangkum sebagai berikut ini:

a. Tetap dan langgengnya kebaikan

Makna ini sesuai dengan definisi pertama secara bahasa, yaitu tetap dan selalu melekat.

Ar-Raghib Al-Ashfahani mengatakan dalam kitabnya Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an, "Al-Barakah adalah tetapnya kebaikan Ilahi pada sesuatu. Allah berfirman: 
لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ


"..Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…" (QS. Al-A'raf: 96)

Dinamakan demikian, karena melekatnya kebaikan di dalamnya layaknya air yang selalu ada di dalam sumur. Adapun sesuatu yang diberkahi adalah sesuatu yang di dalamnya terdapat kebaikan." (Al-Mufradat: 44)

Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari berkata ketika menafsirkan firman Allah: 
وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا


"Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan sebagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya…" (QS. Al-A'raf: 137)

"Maksudnya, negeri-negeri yang kami jadikan di dalamnya kebaikan yang tetap dan langgeng bagi penduduknya." (Tafsir Ath-Thabari, 9/43)

b. Banyak dan bertambahnya kebaikan

Makna ini sesuai dengan definisi kedua secara bahasa, yaitu berkembang dan bertambah.

Imam al-Qurthubi berkata ketika menafsirkan firman Allah: 
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا


"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang terletak di Bakkah (Makkah) yang diberkahi.." (QS. Ali Imran: 96)

"Allah menjadikan Makkah sebagai kota yang diberkahi, karena berlipatgandanya pahala amal perbuatan yang dilakukan di dalamnya. Jadi , barakah pada ayat ini berarti banyaknya kebaikan." (Tafsir Al-Qurthubi, 4/139)

Di antara alasan yang dikemukakan oleh Imam Ibnul Qayyim mengenai sebab disebutkannya lafazh berkah berbentuk jamak (plural), sedang lafazh salam (keselamatan) dan rahmat berbentuk mufrad (tunggal) dalam ucapan salam (السلام عليكم ورحمة الله وبركاته) yaitu, "Karena arti yang ditunjukkan oleh lafazh barakah adalah banyaknya kebaikan dan sifatnya yang berkesinambungan, dalam artian, suatu kebaikan akan dibarengi oleh kebaikan lainnya –sehingga kebaikan tersebut bersifat terus menerus dan berkesinambungan- maka penggunaan bentuk jamak bagi lafazh barakah itu lebih tepat, dan memang demikian makna yang dimaksud. Atas dasar ini, lafazh itu disebutkan di dalam al-Qur'an dengan redaksi: 
رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ


"..(itu adalah) rahmat Allah dan keberkahan-keberkahan-Nya dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait…" (QS. Huud: 73)

Allah menyebutkan lafazh rahmah (rahmat) dalam bentuk tunggal dan lafazh barakah dalam bentuk jamak. Juga dengan ucapan salam ketika membaca tahiyyat, assalamu 'alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh." (Badaa'iul Fawaid, Ibnul Qayyim, 2/182-183)

Asy- Syinqithi menyebutkan dalam kitab Adhwaul Bayan bahwa makna berkah pada firman Allah: 
وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ


"Dan Al-Qur'an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan…" (QS. Al-Anbiya: 50)

Yakni, banyaknya keberkahan dan kebaikan, karena di dalamnya Al-Qur'an terdapat kebaikan di dunia dan di akhirat." (Adhwaul Bayan, 4/587)

Wallohu a'lam bishowab

Diringkas dari buku: Tabaruk Memburu Berkah Sepanjang Masa Di Seluruh Dunia Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah (edisi terjemahan Indonesia), hal 28-39, DR. Nashir bin Abdurrahman bin Muhammad Al-Judai', penerjemah Ahmad Yunus, Msi, cetakan petama April 2009 M, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'I, Jakarta.

                                                                                                               Catatan 
ifank zafran

Amanah

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. Kaum Muslimin rahimakumullah ! Sesungguhnya amanah adalah memiliki nilai yang sangat besar di dalam agama Allah ini. oleh karena itu ada perintah untuk mewujudkan dan memperhatikannya. Allah berfirman: إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا اْلأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya (an-Nisa: 58) Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan amanah sebagai salah satu ukuran terpenting bagi kuatnya iman dan sebagai ciri khas utama orang-orang mukmin. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya(al-Mukminun: 8) Ma'asyiral muslimin rahimakumullah! Ayat terpenting yang menjelaskan betapa pentingnya posisi dan kedudukan amanah ialah firman Allah ta'ala: إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (Al-Ahzab: 72) Sungguh, ini adalah ayat penting yang menjelaskan pentingnya maslah ini dan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul. Betapa langit, bumi, dan gunung-gunung merasa enggan memikul amanah tersebut, dan merasa ngeri terhadap resiko yang akan ditanggungnya. Karena melalaikan amanah itu berarti berhadapan dengan siksa dan hukuman. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: أد الأمانة إلى من ائتمنك ولا تخن من خانك "Tunaikanlah amanah itu kepada orang yang mempercayakannya kepadamu. Dan janganlah kamu menghianati orang yang menghianatimu" Di dalam hadis lain juga disebutkan bahwa mengkhianati amanah adalah salah satu sifat orang munafik. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: آية المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا اؤتمن خان Tanda orang munafiq ada tiga; jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanat berkhianat (HR. al-Bukhari dan Muslim) « لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دِينَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ » "Tidak ada iman bagi orang yang tidak menunaikan amanah. Dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji." (al-Musnad) Ibadallah! Renungkanlah betapa pentingnya amanah dan betapa berat tanggung jawabnya. Beban ini tidak akan sanggup dipikul oleh orang-orang yang lemah lagi kerdil dan orang-orang yang zalim lagi bodoh. Kaum Muslimin rahimakumullah Sebagian orang ada yang memahami bahwa amanah itu tidak lebih dari menjaga titipan saja, padahal yang benar adalah menjaga titipan termasuk bagian dari amanah karena amanah mengandung makna yang luas. Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan amanah di dalam surat al-Ahzab ayat 72 ialah seluruh perintah agama. Ibadallah ! sesungguhnya amanah terbesar yang dipikul seorang muslim ialah amanah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta'ala sedangkan perbuatan menyekutukan Allah dengan sesuatu merupakan kezaliman yang paling besar dan pengkhianatan yang paling berat. Memegang teguh sunnah nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengikuti generasi salaf adalah amanah. Sementara bergentayangan di atas kebid'ahan dan kesesatan adalah pengkhianatan terhadap Allah dan RasulNya. Padahal Allah berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Hai orang-orang beriman, janganlah kamu,mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui (al-Anfal: 27) Menjadikan syari'at Allah sebagai landasan hukum dan menetapkan hukum berdasarkan kitab Allah dan Sunnah RasulNya adalah amanah. Sementara berhukum kepada syari'at diluar syari'at Allah seperti undang-undang jahiliah adalah pengkianat terhadap amanah yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala . Begitu juga segala bentuk ibadah dan macam-macamnya adalah amanah di pundak setiap muslim. Maka wudhu adalah amanah, mandi janabah adalah amanah, shalat adalah amanah, zakat adalah amanah, puasa, haji dan ibadah-ibadah lainnya adalah amanah. Kaum Muslimin rahimakumullah Memperaktekan kejujuran, kesetiaan, kebajikan, menyambung tali persaudaraan adalah amanah kebalikannya adalah khianat. Melaksanakan tugas yang dibebankan pimpinan kepada para pegawai dan karyawan adalah amanah di pundak mereka sementara mengabaikannya adalah khianat Para ulama, pengajar, pelajar, mahasiswa dan sarjana harus menunaikan amanah yang ada di pundak mereka dengan mengamalkan ilmu yang mereka dapatkan dan menyampaikannya kepada orang lain. Waktu luang, masa muda, kekuatan, kesehatan, dan kemudaan adalah amanah siapa yang menyia-nyiakan kesempatan itu maka mereka telah khianat. Anggota badan seperti telinga, mata, hati, lidah adalah amanah dan titipan di tangan seorang muslim yang harus digunakan untuk melakukan sesuatu yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta'ala إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya (al-Isra: 36) Hubungan pernikahan dan urusan keluarga adalah amanah yang ada diantara suami istri dan anggota keluarga, maka pergaulilah mereka dengan baik. Anak-anak adalah amanah di pundak para ayah dan ibu yang harus dididik dan dibina dengan baik dan benar, dan harus dilindungi dari teman-teman yang jahat Wanita adalah amanah, menutup aurat, menjaga kehormatan diri, dan menjauhi laki-laki asing yang bukan mahramnya adalah amanah baginya Harta public atau harta pribadi adalah amanah ditangan pemegangnya yang harus dikelola berdasarkan hukum-hukum syar'i. Demikianlah kita telah memahami pengertian dari kata "amanah" yang agung ini. dan tidak heran apabila alam semesta ini merasa keberatan untuk memikulnya. Maka setiap manusia tidak boleh meremehkan atau melalaikan amanah dalam segala pengertiannya. أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين فاستغفروه وتوبوا إليه إنه كان للأوابين غفورا Khutbah Kedua الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه وسلم، أما بعد: Kaum Muslimin rahimakumullah Ketahuilah bahwa anda semua memikul amanah di muka bumi ini. setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dan anda semua akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala atas amanah tersebut. Apakah anda menjaganya dengan baik? Ataukah menyia-nyiakannya? Karena di dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya (HR. al-Bukhari dan Muslim) Ikutilah jejak generasi salaf yang telah membuat contoh-contoh mengagumkan dalam menjaga amanah. Rasulullah di kenal oleh kaumnya dengan ash-Shadiq al-Amin (orang yang jujur lagi terpercaya), Nabi Musa diberi predikat al-qawiy al-amin (orang yang kuat lagi terpercaya), Nabi Yusuf al-makin al-amin (orang yang berkedudukan tinggi lagi terpercaya). Namun, ada hadits yang menyebutkan bahwa amanah akan dicabut dari muka bumi pada akhir zaman, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ينام الرجل النومة فتقبض الأمانة من قلبه... Seseorang akan tidur lalu amanah dicabut dari dalam hatinya… إذا ضيعت الأمانة فانتظر الساعة Apabila amanah telah disiasiakan maka tunggulah Hari Kiamat Marilah kita menjaga amanah dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan oleh Allah untuk melaksanakan amanah dan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ اللهم افتح بيننا وبين قومنا بالحق وأنت خير الفاتحين. اللهم إنا نسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Sumber diringkas dari Khutbah Jum'at Masjidil Haram, Syaikh Dr. Abdurrahman As-Sudais 



                                                                                                        Catatan 
ifank zafran

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda