بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِاارَّحِيم
Ukhti, engkau terpanggil untuk kembali ke jalan Allah. Berpegang teguh kepada dienNya dan mengikuti sunnah Nabi n dengan benar. Yaitu dengan jalan bersandar kepada ummatul Islam. Serius membangun generasi yang lurus, yang membawa bendera iman dengan gigih. Ukhti. Dimanapun musuh-musuh Islam itu hendak memalingkan engkau dari tugas mulia; kesungguhanmu dalam menjunjung agama dan membangun umat ini. Kita lihat, mereka menyajikan jebakan-jebakan dunia yang sangat menggoda dan perhiasan-perhiasan yang fana. Semisal : pameran-pameran perhiasan dan fashion-fashion yang memukau sekaligus menipu. Ini semua adalah produk orang-orang kafir. Disana persaingan tiada hentinya, nafsu syahwat diluapkan, perut-perut tak pernah kenyang, perhiasan yang membinasakan dan kompetisi yang menjerumuskan (seolah-olah engkau tercipta hanya untuk yang hina-dina ini). Dan seluruhnya mengandung unsur propaganda kepada pemborosan, kedengkian dan gaya ikut-ikutan. Kemudian kita melihat orang-orang dzalim sedang menyulutkan api permusuhan dan kebencian, antara engkau dan kaum laki-laki. Maka –menurut mereka- engkau adalah anak yang dilecehkan, isteri yang didzalimi, ibu yang disia-siakan dan wanita yang diluruhkan.
Janganlah Menghindari Tempat Tidur Suami
Diantara hak-hak suami atas istrinya adalah hak di tempat tidur. Ini merupakan hak suami dalam kaitannya dengan senggama. Sebenarnya hak ini merupakan hak persekutuan antara laki-laki dan wanita secara bersama-sama. Tapi adakalanya terjadi perselisihan antara suami dan istrinya, sehingga kadang-kadang menimbulkan pertengkaran dan keretakan. Dan, kadang-kadang suami menjauhi tempat yang ditempati istrinya karena hendak mencari ketenangan, sampai akhirnya keduanya berkumpul kembali di tempat tidur. Dalam keadaan seperti ini bisa jadi suami berusaha untuk memperbaiki keretakan itu dan berbaikan kembali dengan istrinya. Namun hati sang istri masih dikuasai syetan, sehingga dia tidak mau menerima keadaan ini, sehingga dia menolak ajakan suami untuk mengadakan hubungan suami istri. Dengan cara seperti itu, berarti sang istri telah masuk ke dalam laknat para malaikat, sementara dia tidak menyadarinya. Maka dengarkanlah hadits berikut ini, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke atas tempat tidur, lalu dia (istri) tidak mau mendatanginya, lalu dia (suami) marah kepadanya malam itu, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari”
Wahai Ukhti Muslimah ! Ketahuilah Hukum-Hukum Agama
Diantara kebaikan ke-Islaman seorang wanita adalah jika dia mengetahui
agamanya. Maka Islam mewajibkan para wanita mencari ilmu sebagaimana
yang diwajibkan terhadap kaum laki-laki. Selagi engkau dikungkung rasa
malu dan tidak mau mengetahui hukum-hukum agamamu, maka ini merupakan
kesalahan yang amat besar, bahkan bisa berbahaya. Ada baiknya engkau
membiasakan dirimu untuk tidak merasa malu dalam mempelajari hukum-hukum
agama, baik hukum itu kecil maupun besar. Sebab jika seorang wanita
lebih banyak dikungkung rasa malu, maka dia sama sekali tidak akan
mengetahui sesuatu pun. Perhatikanlah perkataan Mujahid Rahimahullah.
"Orang yang malu dan sombong tidak akan mau mempelajari ilmu". Seakan
akan dia menganjurkan orang-orang yang mencari ilmu agar tidak merasa
lemah dan takkabur, sebab hal itu akan mempengaruhi usaha mereka dalam
mencari ilmu.
Wasiat Seorang Ibu Kepada Anak Perempuannya
Asma binti Kharijah Al-Farzari berpesan kepada anak perempuannya disaat
pernikahannya, “Sesungguhnya engkau telah keluar dari sarang yang engkau
tempati menuju hamparan yang tidak engkau ketahui, juga menuju teman
yang engkau belum merasa rukun dengannya. Oleh karena itu jadilah engkau
sebagai bumi baginya, maka dia akan menjadi langit untukmu. Jadilah
engkau hamparan baginya, niscaya ia akan menjadi tiang untukmu. Jadilah
engkau hamba sahaya baginya, maka niscaya ia akan menjadi hamba untukmu.
Janganlah engkau meremehkannya, karena niscaya dia akan membencimu dan
janganlah menjauh darinya karena dia akan melupakanmu. Jika dia mendekat
kepadamu maka dekatkanlah dirimu, dan jika dia menjauhimu maka
menjauhlah darinya. Jagalah hidungnya, pendengarannya, dan matanya.
Janganlah ia mencium sesuatu darimu kecuali wewangian dan janganlah ia
melihatmu kecuali engkau dalam keadaan cantik
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar